Etika mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia. Etika politik mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai warga negara serta taat pada hukum yang berlaku"
A. PENGERTIAN ETIKA POLITIK
Etika adalah
ilmu tentang norma-norma, nilai-nilai, ajaran moral. Etika sebagai cabang
filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku
manusia. Objek etika adalah peryataan moral.
Etika politik
bergerak dalam wilayah dimana seseorang secara ikhlas dan jujur melaksanakan
hukum yang berlaku. Etika politik tidak diatur dalam hukum tertulis secara
lengkap. Tetapi melalui moralitas yang bersumber dari hati nurani, rasa malu
kepada masyarakat, dan rasa takut kepada Tuhan Yang Maha Esa.
B.
TUNTUTAN ETIKA POLITIK
Dalam
pelaksanaan dan penyelenggaraan negara etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara
dijalankan sesuai dengan :
1. asas-asas legalitas, yakni dijalankan sesuai hukum
yang berlaku;
2. dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral;
3. disahkan dan dijalankan secara demokratis.
C.
PENGUASA ETIKA POLITIK
Dalam etika
politik kekuatan batin penguasa berpencar sebagai wibawa kepada masyarakat
sehingga rakyat dapat merasakannya. Dalam melaksanakan pemerintahan keesahan
kekuasaan meliputi keesahan etis dan keesahan legalitas yang berdasarkan
prinsip moral (etis) dan berdasarkan hukum yang berlaku (legalitas).
D.
KRISIS ETIKA POLITIK
Pada tahun 1997
terjadi krisis, maka ada hal-hal sebagai berikut:
1. kemunduran dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa;
2. konflik sosial yang berkepanjangan.
3. kurangnya sopan santun dan berbudi luhur dalam
pergaulan sosial
4. melemahnya kejujuran
5. pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan.
Penyebabnya:
1. Masih lemahnya pengamalan agama, munculnya ajaran
agama yang keliru dan sempit.
2. Sistem sentralisasi pemerintahan di masa lampau
sehingga timbul fanatisme daerah.
3. Tidak berkembangnya pemahaman kemajemukan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Terjadinya ketidakadilan ekonomi dalam kurun waktu
yang panjang sehingga muncul perilaku ekonomi yang bertentangan dengan
moralitas dan etika.
5. Kurangnya keteladanan pemimpin bangsa dalam bersikap
dan berperilaku.
6. Pengaruh globalisasi yang luas dengan persaingan
bangsa yang semakin tajam.
7. Semakin tingginya intensitas intervensi kekuatan
global dalam perumusan kebijakan nasional.

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.