A. Pengertian
Sistem
Sistem
adalah suatu kesatuan dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling
bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan
kesatuan yang utuh.
B. Unsur-Unsur
Sistem
Berikut adalah beberapa unsur sistem, antara lain sebagai
berikut.
· Satu
kesatuan dari berbagai unsur.
· Unsur-unsur
tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
· Saling
berhubungan dan saling ketergantungan.
· Semuanya
untuk mencapai tujuan bersama.
· Terjadi
pada lingkup yang kompleks.
C. Hubungan
Pancasila dengan Sistem
Hubungan
pancasila dengan sistem dapat diuraikan seperti berikut ini.
1) Mengandung
berbagai unsur yang berbeda (terdiri dari 5 sila)
2) Membentuk
satu kesatuan
3) Sila-sila
tidak berdiri sendiri
4) Saling
berkaitan, saling berhubungan
5) Mencapai
tujuan tertentu (dasar negara, sumber hukum, dll)
6) Tidak
boleh di bolak-balik
Kesatuan pancasila sebagai suatu sistem
dapat dijelaskan sebagai berikut:
· Sila
I meliputi dan menjiwai sila II, III, IV dan V.
· Sila
II diliputi dan dijiwai sila I, dan meliputi dan menjiwai sila III, IV dan V.
· Sila
III diliputi dan dijiwai sila I dan II, dan meliputi dan menjiwai sila IV dan
V.
· Sila
IV diliputi dan dijiwai sila I, II dan III, dan meliputi dan menjiwai sila V.
· Sila
V diliputi dan dijiwai sila I, II, III dan IV.
D. Cara
Berfikir Filsafati
1) Bersifat
komperehensif (menyeluruh)
2) Radikal
(berfikir sampai ke akar-akarnya)
3) Sistimatis
(tersusun secara baik dan tidak saling bertentangan)
4) Koheren
(runtut)
E. Pengertian
Filsafat dan Sistem Filsafat
Sistem
filsafat merupakan suatu unsur yang terdiri dari bagian-bagian dan tidak saling
bertolak belakang namun salin
melengkapi sehingga mewujudkan keutuhan mendalam, bertanggungjawab bagi diri
sendiri maupun orang lain.
Arti
dari filsafat secara etimologi (bahasa) berasal dari (Arab=filsafat),
(Inggris=philosophy), (Latin=philosophia), kata ini merupakan kata majemuk dan
berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia =
"kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta
kebijaksanaan”.
Filsafat
memiliki cakupan yang luas, setiap orang bebas memandang filsafat dari mana
saja. Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencari kebenaran asli.
Filsafat cinta pada kebijaksanaan, fikir yang mendalam, perenungan yang sistematis,
logis fundamental, dan radikal tentang sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Filsafat
tersusun dalam susunan yang sistematis dan berisi hal-hal yang diselidiki
secara menyeluruh. Pengertian filsafat secara umum dapat dijabarkan sebagai
berikut.
1) Ada
macam-macam definisi berbeda-beda.
2) Memiliki
cakupan yang sangat luas.
3) Dapat
dipandang dari segi mana saja.
4) Berbeda
dengan ilmu pengetahuan lainnya.
5) Ilmu
pengetahuan cakupannya bidang-bidang tertentu, filsafat sangat umum dan
universal.
6) Filsafat
mempelajari hal-hal di seluruh dunia, baik yang abstrak maupun konkret.
F. Pengertian
Filsafat Ditinjau dari Aspek-Aspek
1)
Aspek
Antologi
Adalah cabang yang mempelajari
keberadaan atau eksistensi. Dari aspek ini pancasila meliputi persoalan tentang
pembuktian dan kebenaran pancasila melalui asal usul terjadinya yaitu meliputi.
· Causa Material
Pancasila dirumuskan sebagai kehidupan
bernegara yang unsur-unsurnya sudah ada sejak dulu dalam adat-istiadat
kebudayaan dan agama. Misalnya rembuk desa, gugur gunung, gotong royong, dll.)
· Causa Formalis
Pancasila dirumuskan oleh pembentuk
negara untuk merumuskan pertama lalinya pancasila sebagai dasar negara.
· Causa Efisien
Sejak dirumuskan dan dibahas sampai
proses pengesahannya sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945.
· Causa Finalis
Asal mula dirumuskan pancasila sebagai
dasar negara diwujudkan oleh panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta.
2)
Aspek
Epistemologi
Adalah dalam pancasila terletak pada
bagaimana keafsahan pancasila sebagai ilmu pengetahuan dan ini terbukti
pancasila telah memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan yaitu.
· Memiliki objek yang khas
· Milik masyarakat
· Tersusun secara sistematis
· Memiliki nilai kebenaran
· Kebenaran disepakati bersama
· Selalu dipertanyakan dengan
skeptis.
3)
Aspek
Aksiologi
Aksiologi membahas hakikai nilai. Nilai
adalah sesuatu yang berharga, berguna, benar dan indah. Dalam pancasila
terkandung implikasi moral yang terdapat dalam subtansi pancasila sebagai suatu
nilai. Nilai-nilai yang terdapat pada pancasila akan memberikan pola bagi sikap
perbuatan dan tingkah laku bagi bangsa Indonesia.
Nilai ketuhanan adalah nilai yang
tertinggi, nilai kemanusiaan sebagai pengkhususan dari nilai ketuhanan. Kedua
nilai ini tertinggi. Sila III, IV dan V merupakan nilai kenegaraan karena
ketiganya berkaitan dengan negara.

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.